Tag: sea games 2019

Anthony Ginting Melenggang ke Semifinal BWF Tour Finals

Anthony Sinisuka Ginting akhirnya memastikan dirinya melenggang ke babak semifinal ajang BWF Tour Finals 2019. Kemenangan yang membuatnya lolos ke semifinal ini berkat dirinya yang berhasil membantai Viktor Axelsen dan pemain asal Denmark itu mengundurkan diri karena mengalami cedera.

Viktor Axelsen Mundur, Anthony Ginting Maju ke Semifinal

Axelsen sendiri paslanya mundur dari pertandingan di gim pertama ketika poin sudah menyentuh 13-6 untuk keunggulan Anthony. Tunggal yang berasal dari Denmark itu mengalami cedera sehingga ia tak mampu melanjutkan pertandingan dan perjuangannya.

Anthony sendiri dalam pertandingan itu tampil trengginas saat mengawali gim pertamanya. Hal itu ditunjukkannya dengan selalu memimpin poin dari Axelsen. Akan tetapi ketika kedudukan sudah di angka 13-16 untuk Anthony, Axelsen memilih untuk mengundurkan diri. Ia memberitahu wasit bahwa setelah bola pukulannya menyangkut di net, ia menunjuk kea rah lutut kanannya. Ia mengatakan pada wasit bahwa ia tak sanggung menyelesaikan laga tersebut.

Dengan kemenangan karena lawannya mengundurkan diri ini. Anthony Ginting dipastikan menang dua gim. Dengan begitu, maka ia lolos ke babak semifinal dan menyandang status sebagai juara Grup B dengan satu poin dalam 2 kali pertandingan.

Chen Long yang berada di posisi kedua dengan poin yang sama hanya kalah jumlah kemenangan saja dari Anthony Ginting.

Kabar Wakil Indonesia Lainnya di BWF Tour Finals 2019

Sedangkan untuk Jonatan Christie, yang sekarang berada di Grup A, masih berpeluang lolos juga. Akan tetapi, ia akan menjalani laga yang berat mengingat lawannya adalah Kento Momota.

Kemudian beda dengan tunggal putra, ganda putri dan ganda campuran wakil Tanah Air, dipastikan gagal melenggang ke semifinal BWF Tour Final 2019 ini. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani kalah dari Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu harus mau mengakui kehebatan Du Yue/Li Yin Hui.

Sementara itu pasangan gandar putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya harus mau takluk di hadapan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, wakil dari Jepang, dalam laga penyisihan hari kedua ajang ini yang dilaksanakan kemarin Kamis (12/12).

Mereka menyerah dengan rubber game, masing-masing dengan skor 11-12, 21-14 dan 11-21 dalam waktu kira-kira 65 menit. Pertandingan berjalan dengan sangat ketat dengan saling mengejar angka semenjak game dimulai.

Setelah sempat mengalami imbang dengan angka 2-2, Marcus/Kevin harus berusaha dengan sangat keras mengejar ketertinggalannya sampai akhirnya Endo/Watanabe menutup interval pertama degan kedudukan 11-2. Indonesia makin menambah poin sampai angka menjadi 7-16. Akan tetapi, selisih angka sudah terlalu jauh. Jepang kemudian menutup gim pertamanya dengan skor 21-11.

Pada gim kedua, Marcus/Kevin langsung unggul dengan angka 4-1 yang mana bertahan sampai Indonesia menutup interval pertama dengan skor togel sgp yang cukup baik, 11-6. Dan akhirnya gim kedua ditutup dengan angka 21-24.

Di gim ketiga, Marcus/Kevin akhirnya kembali lagi unggul dengan angka 3-1. Endo/Watanabe akhirnya memberikan perlawanan sengitnya sampai dengan kedudukan berbalik menjadi 4-3. Jepang kemudian berhasil menutup interbal pertama dengan kedudukan yang cukup jauh bagi Indonesia, 11-6. Sampai pada akhirnya, mereka mengakhiri pertandingan gim ketiga sekaligus akhir dari pertandingan ini dengan skor 21-11.

Hasil itu memastikan Marcus/Kevin gagal ke semifinal dan memberikan kesempatan Endo/Watanabe melaju ke semifinal. Satu tiket grup A akan diperebutkan oleh Li/Liu dan juga Marcus/Kevin di mana mereka akan bertanding Jumat (13/12).

Deretan Kegagalan Filipina menjadi Tuan Rumah SEA GAMES 2019

Berbagai kondisi tak menyenangkan mewarnai gelaran SEA Games 2019 di Filipina sehingga tuan rumah mendapat banyak pemberitaan tajam di berbagai negara. Secara umum Filipina dapat dikatakan tidak siap untuk menyelenggarakan pesta olahraga paling besar se-Asia Tenggara tersebut.Selain media, para netizen juga tak henti menghujani kritik pedas melalui media social seperti Instagram dan Twitter terkait kondisi tersebut.

Deretan masalah yang terjadi pada penyelenggaraan SEA Games 2019

Inilah berbagai masalah yang menimbulkan ketidaknyamanan terutama bagi para atlet dari berbagai negara yang bertanding dalam SEA Games.

  1. Aplikasi SEA Games 2019 – Tak seperti gelaran pesta olahraga di tahun-tahun sebelumnya kali ini tak tersedia aplikasi official 2019 SEA Games. Sebelumnya aplikasi dimaksud diumumkan oleh penyelenggara sudah dapat didownload baik untuk IOS atau Android pada berbagai gerai digital.

Pada aplikasi tersebut seharusnya netizen dapat mengakses berbagai hal terkait SEA Games, mulai dari jadwal, informasi tentang atlet, hingga perolehan medali. Kondisi tersebut memancing komenter netizen pada akun Instagram @2019seagamesph serta meminta link download yang benar.

  • Ruang konferensi pers – Hal yang cukup mengagetkan pada gelaran pesta olahraga tersebut adalah ruang konferensi pers yang disediakan oleh panitia. Ruangan tersebut terlihat memprihatinkan berupa bangunan setengah jadi dengan perlengkapan kursi plastic, sebuah pengeras suara, meja lipat, dan kipas angin. Proses registrasi bagi para awal media yang terdiri dari 11 negara anggota ASEAN pun dilakukan dengan system manual.

Belum ada informasi lebih lanjut dari panitia (PHISGOG –  Philippine Southeast Asian Games Organizing Committee) apakah ruangan tersebut hanya sementara atau akan digunakan seterusnya.

  • Makanan halal – Banyak delegasi dari negara-negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam mengonsumsi secara tak sengaja hidangan yang terbuat dari daging babi. Hal ini juga dialami para atlet Indonesia. Hal ini terjadi karena panitia tak memisahkan antara hidangan halal dan non halal.

Pasca peristiwa menggegerkan tersebut pihak manajemen Whitewoods Convention and Leisure Hotel, melakukan klarifikasi.Surat yang diterbitkan tersebut berupa penjelasan kepada panitia bahwa menu Kikiam yang mereka sediakan dibuat dari daging ayam.Pihak hotel bahkan menjamin bahwa mereka memiliki bukti kuat atas klarifikasi tersebut.

  • Transportasi dan akomodasi – Beberapa tim delegasi dari berbagai negara mengalami ketidaknyamanan setelah terlantar di bandara selama berjam-jam. Salah satu yang cukup parah terjadi pada tim negara Timor Leste yang menunggu di airport hingga 3 jam sebelum shuttle jemputan tiba. Mereka pun diantarkan ke hotel yang ternyata bukan penginapan yang disediakan bagi rombongan.

Hal yang sama terjadi pada timnas U-22 Myanmar yang juga terlantar di bandara dan dijemput dengan Shuttle yang buruk. Tim Thailand terpaksa harus menempati kamar bertiga walaupun didesain hanya untuk dua orang.Mereka pun terpaksa membatalkan latihan karena terjebak macet.

Kondisi paling miris mungkin dialami oleh delegasi dari Kamboja yang harus tidur beralas karpet di ruang konferensi hotal karena kamar mereka belum siap.Kamera media bahkan menangkap momen para atlet tengah tidur bergeletakan di lantai dengan alas karpet.

  • Infrasturktur belum rampung – Beberapa fasilitas yang sedianya akan digunakan untuk pesta olahraga tersebut juga belum selesai dibangun. Ini misalnya Rizal Stadium yang seharusnya digunakan untuk laga sepak bola. Bagian yang belum selesai adalah kamar mandi venue.

Pemasangan karpet juga dilakukan sesaat sebelum tim sepak bola Thailand dan Myanmar melintasinya.

Menteri olahraga RI Zainuddin Amali beberapa waktu yang lalu menghimbau masyarakat, terutama netizen Indonesia agar tak menghujat Filipina terkait penyelenggaraan SEA Games 2019 di Filipina.Lebih jauh Zainuddin juga meminta masyarakat untuk terus memberi dukungan walaupun terjadi berbagai masalah.